>> Pemicu Bentrok Diamankan, Polisi Terus Siaga
Bentrok ormas yang melibatkan massa FBR dan masa Ambon yang terjadi di Jl Ceger Raya Kelurahan Pondok Karya Kecamatan Pondok Aren, Jum’at (7/1) lalu diperkirakan masih akan memicu bentrokan lain. Terlebih, sejak 2 tahun berdirinya kota pemekaran dari Kabupaten Tangerang tersebut bentrok terus tak bisa dihindari lantaran banyaknya organisasi kemasyarakatan (ormas) di daerah tersebut.
Melihat fanomena itu, sejumah Kapolsek di daerah Kota Tangsel terus siaga melakukan pengamanan dan mengantisipasi adanya bentrok massa susulan. Pendekatan dan pengordinasian antar ormas pun dilakukan dengan cara pendekatan persuasif kepada para pimpinan ormas tersebut.
Kepolsek Ciputat Komol Alif mnengungkapkan, dirinya tidak menafik bahwa daerahnya merupakan kawasan rawan bentrok massa. Penyebabnya, tak lain banyaknya ormas yang bercokol di daerah pengamannnya tersebut. “Kami terus melakukan pengamanan dan siap siaga ditempat untuk mengantisipasi adanya bentrok massa itu,” katanya.
Upaya pendekatan persuasif juga dilakukannya terus dengan berkoordinasi bersama para pimpinan Ormas. Bahkan, katanya, dalam beberapa kali kegiatan terjadwal, pihaknya akan mengadalan pertemuan tentang kegiatan-kegiatan Ormas yang bisa menimbulkan bentrok tersebut. “Kami selalu meminta kepada pimpinan Ormas tentang jadwal agenda mereka. Dan akan menerjunkan pasukan untuk mengawasinya. Ketika ada gesekan, kami langsung turun dan mengantisipasi kemungkinan gesekan yang lebih besar lagi,” jelasnya.
Lebih lanjut dia menegaskan, apapun bentuk gesekan yang dipicu Ormas, pihaknya tidak akan segan-segan melakukan penangkapan terhadap pemicu bentrok dan akan mengindentifikasi penyebabnya. Dengan mengetahui penyebab bentrok itu, lanjutnya, hal-hal serupa akan mudah diantisipasi dan bisa dicegah sedini mungkin. “Kami berharap tidak penah lagi terjadi bentrok di wilayah Ciputat dan sekitanya,” tenadasnya.
Kapolsek Pondok Aren Kompol Victor Alexander menambahkan, daerahnya pun merupakan kawasan yang tidak lepas dari banyak Ormas. Bahkan, Jum’at (7/1) lalu, dua ormas hampir saja melakukan aksi bentrok massa hanya karena alasan kecil dan sepele. “Kami juga akan terus berjaga dan mengintensifkan pengawasan terhadap gerakan Ormas ini,” katanya.
Pihaknya juga melakukan koordinasi intensif dengan para Ormas di lingkungannya. Hal itu dilakukan untuk terus memantau kegiatan Ormas yang ada agar tidak melewati batas yang sudah ditentukan dalam melakukan kegitannnya dan untuk menghindari hal-hal yang bisa memicu bentrok. “Kejadian bentrok di Jl Ceger Raya sudah kami tangani. Pemicu bentrok juga sudah kami amankan,” ucapnya.
Dia mengatakan, pengamanan pelaku pemukulan Satpam tersebut memang harus dilakukan karena telah terjadi tindak pidana yang merugikan korban. Hanya saja, katanya, karena masih ada beberapa pelaku yang belum diamankan pihaknya belum bisa mengungkapkan siapa pelaku tersebut guna melakukan pengembangan kasus tersebut. “Saat ini kami masih mengembangkan kasusnya,” teranganya.
Pihaknya pun mengaku tidak akan segan melakukan tindakan prosedural terhadap aksi-aksi anarkis yang terjadi di lingkup pengamannnya. Sebab, ketika aparat lemah dalam melakukan tindakan, Ormas yang kerap terlibat bentrok pun tidak akan mudah jera setelah terlibat bentrok. “Kami upayakan ada efek jera bagi pelaku bentrok ini. Sebisa mungkin kami mulai dari pucuk pimpinannya untuk menahan kejadian yang meresahkan masyarakat itu,” pungkasnya.
Sebelumnya, akibat adanya aksi pemukulan yang dilakukan oknum Ambon terhadap Satpam Ganda Asri Jl. Ceger Raya Kelurahan Pondok Karya Kecamatan Pondok Aren yang juga anggota FBR berujung bentrok. Bahkan, diprkirakan aksi balas dendam dan ketidakpuasan dari kedua ormas itu masih akan memicu aksi-aksi susulan yang perlu diantisipasi langsung oleh Ormas yang bertikai.
Tim Khusus (Timsus) FBR Tangerang Selatan Bobby mengatakan, pihaknya masih akan melakukan siaga agar tidak ada anggotanya yang melakukan tindakan gegabah dan menimbulkan bentrok susualan tersebut. Terlebih, pelaku pemukulan yang jadi pemicu bentrok antara anggotanya dengan massa Ambon sudah diamankan pihak kepolisian. “Sebenarnya kami pun tak ingin ada tindak anarkis. Kami hanya ingin polisi berkerja sesuai ketentuan. Yang salah ditindak sesuai tindakannya,” tegasnya.
Dan sesuai janjinya, pihaknya akan terus manahan diri selama tindakan kepolisan sudah dianggap sesuai dengan prosesdur hukum yang ada. Permintaannya untuk mengamankan pelaku pemukulan anggotanya juga diharapkan bisa membuat efek jera bagi kelompoknya dan kelompok lainnya di Kota Tangsel untuk tidak mudah terlibat bentrok yang hanya dikarenakan hal sepele. “Semuanya juga ingin damai. Tidak ada benrok dan bisa berjalan sesuai koridor yang ada,” ujarnya. (*)
Ormas Yang Rawan Gesekan Di Tangsel
- Forum Betawi Rempug (FBR)
- Forum Keluarga Betawi (Forkabi)
- Kembang Latar
- Barisan Muda Betawi (BMB)
- Massa Ambon
- Pemuda Pancasila
Sejumlah Pristiw Bentrok di Tangsel
April 2009
Bentrok Barisan Muda Betawi (BMB) dengan Pemuda Pancasila di depan Mapolsek Pamulang. Diduga, bentrokan terjadi akibat rebutan lahan parkir. Belasan orang luka-luka
Mei 2009
Bentrok Barisan Muda Betawi dan Kembang Latar di Jalan Raya Ciputat, Satu orang tewas. Belasan luka-luka
October 2009
Bentrok FBR dan Ormas Pemuda Pancasila (PP) di Gang Mangga Ciputat Timur. Satu gardu dibakar.
Juli 2010
Bentrokan FBR dan Kembang Latar di Jalan Pahlawan Rempoa. Diduga rebutan lahan parkir dengan Pemuda Pancasila, Kembang Latar dan Forkabi di depan Gang Jalan Garuda
Agustus 2010
Bentrok FBR dan warga Rempoa dan Forkabi di Rempoa Kecamatan Ciputat Timur. Puluhan orang luka-luka.
Januari 2011
Bentrok FBR dengan masyarakat Ambon di Jl Ceger Raya Kelurahan Pondok Karya Kecamatan Pondok Aren. Satu korban luka berat di bagian kepala.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar