Kamis, 13 Januari 2011

Perseteruan Habib-Eutik Sudah Selesai

>> Pemuda NU : Islah dan Memaafkan Lebih Baik

Perseteruan Wakil Ketua Bidang Organisasi Jamaah dan Ubudiyah Lembaga Takmi Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) PBNU Habib Syarif Abdullah dan Penjabat Walikota Tangsel Eutik Suarta menyusul dugaan insiden pemukulan Habib Sharif oleh ajudan Eutik dianggap sudah selesai oleh keduanya dan tidak akan dipermasalahkan lagi. Pernyataan selesainya dugaan kasus itu dilontarkan secara terpisah oleh masing-masing pihak.

Habib Sharif Abdullah di Ciputat menyatakan, pihaknya sama sekali tidak ada urusan dengan Penjabat Walikota Eutik. Pihaknya hanya keberatan dengan tindakan tidak menyenangkan yang dilakukan anak buahnya saat dirinya berkunjung ke ruangan kerjanya beberapa waktu lalu. “Hubungan saya dan pak Eutik sangat baik. Dia sering membantu saya dan sebaliknya. Jadi, masalah saya hanya dengan ajudannya yang melakukan pengeroyokan,” katanya.

Makanya, kata dia, dirinya ingin segera menggelar islah (penyelesaian dengan cara kekeluargaan) soal kasus tersebut dengan pihak Penjabat Walikota Eutik. “Saya hanya berharap ada ungkapan permiantaan maaf dari ajudan walikota yang disaksikan walikota langsung. Tidak lebih. Karena saya pun tak ingin ada kesan yang tidak menyenangkan antara saya dan dia (Eutik, red),” katanya.

Sementara itu, Eutik Suarta di Aula Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BP2T) Tangsel di Serpong menyatakan hal serupa. Dirinya pun tidak ingin masalah tersebut berkepanjangan. Bahkan katanya, pihaknya bersedia duduk bareng dengan Habib untuk menyelesaikan masalah tersebut. “Saya ini bagian dari Nahdiyin sama dengan Habib. Salah paham ini jangan diteruskan. Saya siap Islah,” tegasnya.

Disinggung soal permintaan Habib agar ajudannya meminta maaf dihadapannya, Eutik tidak keberatan sama sekali. Dia bahkan mempertegas, selama ini pun dia tidak pernah bermasalah dengan Habib dan sering membantu Habib dalam banyak hal. Termasuk kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh Habib. “Nanti kita atur jadwal. Saya juga sudah minta pegawai saya memenuhi keinginan yang diharapkan Habib,” tandasnya.

Rencana islah Eutik dan Habib didukung sejumlah organisasi yang bernaung di tubuh NU. Diantaranya, Kaukus Muda Nahdlatul Ulama Tangsel, Sigma Research and Education IPNU, IPPNU, Fatayat Nu, Gerakan Pemuda Ansor, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum NU (LPBH NU), Lakpesdam NU. Sarbumusi NU dan Pagar Nusa Tangsel.

Penggiat Sigma Research and Education Ahmad Ilham Syarif mengatakan, persitiwa dugaan pemukulan terhadap Habib jangan lagi dibuat melebar. Sebab, dalam kasus itu memuat celah yang dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab. “Kami berharap, dalam ranah ini ada tindakan dari struktural untuk mengambil peran guna mengontrol peranan warga Nahdlitin dalam memonitor pergerakan pemerintah, tindakan sembrono cenderung akan merugikan instansi NU dan ujung-ujungnya malah merugikan warga Nahdliyin,” teranganya.

Menurutnya, Warga NU sebagai pionir pluralisme dan komunitas terbesar di Tangsel diharapkan dapat melihat peristiwa ini secara lebih mendetail, tidak mudah terprovokasi dan tenang dalam mengambil sikap agar ukhuwah Islamiyah yang didengung-dengungkan antarsesama terutama antara rakyat dan pemimpinnya tidak terpecah belah hanya karena provokasi segelintir pihak.

“Islah adalah jalan terbaik, segala bentuk provokasi yang disinyalir bertujuan untuk membenturkan warga Nahdlitin dengan pemerintah adalah ulah oknum. Warga Nahdliyin yang merupakan organisasi sosial kemasyarakatan terbesar di Indonesia tak berharap masalah ini terus melebar,” imbaunya.

Dilanjutkan Ilham, menun begitu, pihaknya meminta segera dilakukan reformasi birokrasi di tubuh Pemkot Tangsel, sebab, patut juga diberikan credit tersendiri bagi pemangku kebijakan untuk terus memperbaiki dirinya dan memberikan pelayanan untuk dan kepada siapapun warganya. “Pucuk pimpinan juga harus tegas dan berani untuk menghukum pegawainya yang salah dan Pemkot Tangsel dapat menjawab tantangan tersebut,” pungkasnya. (*)

1 komentar: