Rabu, 12 Januari 2011

Mahasiswa HMI Tuntut Eutik Mundur

Tak Becus Tangani Sampah

Sejumlah Mahasiswa yang tergabung didalam Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Komisariat Pamulang mendesak Penjabat Walikota Tangsel Eutik Suarta mundur dari jabatannya. Desakan itu dilakukan mahasiswa dengan melakukan orasi di depan Balaikota Tangsel Pamulang, kemarin.

Mahasiswa menilai, selama pemerintahan Eutik, Pemerintah Kota Tangsel tak bisa menyelesaikan masalah sampah yang terus membelenggu kota tersebut dengan sandangan status kota sampah. Makanya, mahasiswa mendesak agar Eutik turun tangan langsung untuk menyelesaikan masalah sampah atau mengundurkan diri bila tidak mampu menanganinya. “Kalau tidak becus menangai sampah lebih baik mundur,” kata Abdul Rojak, koordinator aksi.

Mahasiswa juga menilai, sampah perkotaan didaerah penyangga ibukota ini telah menjadi masalah serius. Mereka melihat hal ini telah menjadi momok disetiap sudut wilayah dan ruas jalan. Implikasi dari penumpukan sampah yang kerap terjadi tentunya menimbulkan bau tidak sedap dan merusak pemandangan. “Kalau Eutik bisa menangai sampah seharusnya hal itu justru akan mendatangkan manfaat. Sayanganya, itu tidak dilakukan,” keluhnya

Makanya, tandas mahasiswa tersebut, akibatnya sampah kian tidak tertangani berdampak pada kumuhnya kota dan mengorbankan kepentingan akan pelayanan kesehatan dan kebersihan bagi masyarakat. “Kami lihat pemerintah hanya berpangku tangan. Mahasiswa menuntut agar Pemerintah Kota Tangsel segera mengatasi masalah tersebut dengan serius. Jangan melakukan kerjasama secara illegal dengan pihak ketiga atau tertentu,” pungkasnya

Dikonfirmasi terpisah,  Pelaksana Tugas (Plt) Djoko Suryanto menjelaskan, selama ini pemerintah daerah telah serius dalam mengatasi masalah sampah perkotaan. Tindakan dan langkah tersebut diantaranya dengan menambah armada truk pengangkut menjadi 15 unit dan bak sampah (Amrol). Tak hanya itu, konsolidasi dengan pihak ketiga, baik dari instansi swasta dan asing juga telah sering dilakukan meski pun belum menemui kesepakatan

“Apakah tindakan dan langkah pemerintah daerah selama ini dalam mengatasi sampah tidak serius? Berbagai cara dan terobosan sudah kami lakukan sebisanya, padahal menyelesaikan masalah sampah tidak semudah membalikan telapak tangan,” papar Djoko.

Bahkan katanya, sebentar lagi, pemerintah akam segera merevitalisasi tempat pembuangan sementara (TPS) Cipeucang di kecamatan Setu dan akan memanfaatkannya sebagai tempat pembuangan akhir untuk Kota Tangsel. “TPST Cipeucang bisa menjadi solusi mengatasi sampah. Anggaran sudah disiapkan, tinggal kami merealisasikannya dalam waktu dekat ini,” pungkasnya.  (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar