WH Dijadikan Figur Sentral
GADING SERPONG – Ketua DPD PD Banten, Ketua Umum PD Anas Urbaningrum menegaskan kepada siapapun yang terpilih dan memimpin PD Banten memiliki beban berat mengangkat wibawa partai. Sebab, meskipun memenangi pemilihan legislatif di Banten, PD Banten dianggap masih sekedar jadi sub koordinat politik dan belum memiliki wibawa dengan jadi pemimpin perpolitikan di daerah tersebut.
Hal tersebut, kata Anas, diperkuat dengan kenyataan bahwa mulai tingkat kabupaten/kota sampai tingkat provinsi tak ada satupun kader PD yang bisa megangkat wibawa PD dengan menjadi pimpinan di daerah yang dianggap salah satu satelit penting kebangkitan Demokrat nasional.
“Demokrat di Banten cermin Demokrat nasional. Bedanya, kalau di tingkat nasional Demokrat terus menjadi garda terdepan perpolitikan, yakni dengan memenangi Pileg dan Pilpres, Banten belum melakukan itu. Makanya, DPD (dewan pimpinan daerah, red) PD Banten mendatang harus bisa menanamkan akar politiknya lebih dalam dan juga bisa menjadikan PD sebagai partai yang kuat dan semakin berwibawa,” kata Anas.
Anas menambahkan, sejatinya, hasil Musda ke II yang sedang berlangsung ini bisa membawa spirit kuat untuk kepemimpinan Banten lima tahun mendatang. Demokrat Banten juga diharapkan makin solid, utuh dan dinamikanya makin sehat. “Pengurusan mendatang harus punya ciri khas, produktif melahirkan ketua yang bisa menancapkan akar politiknya secara nyata bagi kemaslahatan rakyat. Jangan hanya jadi sub koordinat partai lain,” imbuhnya.
Anas berkeyakinan, jika ada niat kebersamaan yang utuh dan solid, impian PD menjadi partai terbesar, terkuat dan berwibawa di Banten bisa diwujudkan dalam lima tahun mendatang di bawah kepemimpinan yang baru nanti. Dan diharapkan juga, dengan menjadi partai yang berwibawa, PD semakin mendapat kepercayaan dari rakyat terus menerus dapat dijadikan partai pilihan rakyat dalam momen demokrasi apapun baik seperti Pilgub atau 2014 (Pileg dan Pilpres).
“Secara garis besar, itulah beban yang ada di pundak kepengurusan baru nanti. Dan perlu diingat, tugas ketua DPD Banten tidaklah ringan, Ketua DPD dan jajaran pengurus punya tanggung jawab yang berat untuk mengangkat wibawa partai dan mensejahterakan rakyat Banten,” pungkasnya.
>> WH Figur Sentral
Terlepas dari permintaan Anas kepada ketua PD Banten terpilih untuk merebut kepemimpinan di Banten, Walikota Tangerang Wahidin Halim (WH) dipsatikan menjadi figur yang akan mengemban amanat tersebut. Sebab, pria yang akan dijadikan corong perubahan politik di Banten tersebut telah secara resmi terpilih menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat (PD) Banten periode 2011-2016 mendatang. Ketetapan Wahidin menjadi orang nomor satu di PD Banten dilakukan secara aklamasi pada Musyawarah Daerah (Musda) II DPD PD Banten di Hotel Aston, Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, kemarin.
Terpilihnya WH sebagai Ketua DPD Banten, tak lepas dari adanya kesepakatan 10 elemen pemilik suara masing-masing satu suara DPD, satu suara DPP dan delapan suara DPC kabupaten/kota se Banten yang hanya megusulkan satu nama calon dan mengabaikan calon lainnya yang sebelumnya digadang-gadang akan meramaikan bursa ketua seperti Bupati Serang Taufik Nuriman dan Sekretaris DPD Demokrat Aeng Haerudin. “Dengan ini, Wahidin ditetapkan sebagai ketua secara aklamasi dan akan menjalankan kewajibannya sebagai figur terdepan Demokrat di Banten,” kata Ketua Panitia Musda II DPD PD Banten, Media Warman.
Setelah dipilih, WH pun langsung diserahkan tongkat kepemimpinan DPD Banten dan diberikan waktu beberapa saat bersama formatur yang sudah terbentuk untuk segera menyusun kepengurusan yang akan datang. Adapun formatur yang telah ditetapkan terdiri dari empat orang unsur pimpinan DPC, satu pimpinan DPD dan satu pimpinan DPP dan juga ketua terpilih. “WH punya tugas menyusun kepengurusan dan menyusun rangkaian roda organisasi saat ini,” ujarnya.
Sementara itu, dalam konperensi persnya, WH saat ditanyakan kesiapannya mengemban amanat untuk menjadikan Demokrat sebagai partai yang berwibawa dan menjadi partai terdepan di Banten menyampaikan, dirinya akan menjalankan amanat tersebut sesuai dengan garis kebijakan partai. Hanya saja, untuk melangkah lebih lanjut ke ranah tersebut, WH masih akan membahasanya lebih matang dengan jajaran kepengurusannya kelak. “Sudah pasti saya akan menjaga amanat partai dan amanat rakyat,” katanya.
>> Representasi Perubahan Banten
Terkait dengan terpilihnya WH sebagai ketua DPD PD Banten dianggap sejumlah pengamat politik akan membawa angin segar dalam tubuh partai pilitik dan perpolitikan itu sendiri di Banten. Sebab, pragmatisme yang kental dalam perpolitikan Banten terkesan diabaikan oleh PD yang memilih WH sebagai pimpinan mereka di wilayah tersebut.
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) UIN Syarif Hidayatullah Ciputat Zaki Mubarok mengatakan, figur WH yang di kalangan akademisi memiliki dasar politik sosial dan ekonomi yang kuat dianggap bisa merubah peta politik di Banten. Khususnya, dalam upaya mendemokratkan Banten dari tangan Partai Golkar yang selama ini memang sangat mendominasi dengan kekuatan keluarga Gubernur Banten dan koleganya.
Makanya, pilihan PD terhadap WH sebagai pimpinan PD Banten dan juga disinyalir akan maju sebagai salah satu kandidat calon Gubernur Banten sudah dinilai cukup untuk menjadi kompetotor terkuat Ratu Atut Chosiyah yang sangat kental dengan politik Golkarnya tersebut. “Pragmatisme tetap ada, sebab pilihan Demokrat kepada WH tentunya juga bertujuan untuk mendemokratkan Banten di tahun 2014. Tapi, setidaknya peta politik di Banten pasti berubah dengan kahadiran WH. Maka, siapa pun yang ingin perubahan, kehadiran WH di Demokrat akan menambah gairah perubahan tersebut,” urainya.
Zaki memperkirakan, adapun langkah awal PD mendemokratkan Banten akan dimulai saat Pemilukada Gubernur (Pilgub) nanti. Dimana, tentunya juga, WH yang akan dikedepankan untuk menjadi figur sentral Demokrat. “WH sangat mempuni untuk itu. Lagi-lagi harus diingat, jika WH mampu memenangkan PD di Pilgub mendatang, sudah dapat dipastikan langkah PD untuk mendemokratkan Banten kian mudah saat 2014 mendatang,” imbuhnya.
Terpisah, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Untirta Ikhsan Ahmad sependapat bahwa dipilihnya WH untuk memimpin PD Banten semata-mata untuk membawa arah perubahan politik signifikan di Banten yang sarat dengan kekuatan Golkar dan Ratu Atutnya. Hal lain yang mendasari Demokrat menetapkan WH juga untuk membersihkan Demokrat dari anasir kekuatan politik yang dekat dengan kubu Atut. “Dengan tampilnya WH sudah jelas akan menjadi kompetitor serius Atut. Dan tentunya juga akan ada harapan baru bagi masyarakat Banten untuk merubah paradigma politik di Banten dengan WH sebagai leadernya,” kata Ikhsan.
Pilihan Demokrat atas WH juga merupakan langkah politik Demokrat yang ingin mengambil simpatik warga Banten yang jika diakumulasi secara emosi, perasaan dan psikologis sudah jemu dengan gaya kepemimpinan Atut yang belakangan tak kunjung membuat Banten berkembang pesat dari waktu-ke waktu. “Intinya, dengan WH Demokrat ingin menancapkan pondasi Demokrat yang kuat di Banten dan memberi sinyal bahwa Demokrat sudah siap merebut Banten dari tangan Golkar,” tandasnya. (**)