Senin, 28 Maret 2011

WH Figur Sentral Demokrat Banten..?


HITUNG-HITUNGAN di atas kertas, sudah bukan rahasia bahwa Partai Demokrat adalah partai dengan dukungan rakyat terbesar di Banten. Bahkan, kalau dari jumlah dukungan massa, jelas partainya Anas Urbaningrum ini jauh mengungguli Partai Golkar yang hanya memiliki suara kedua terbesar di kampungnya Ratu Atut Chosiyah tersebut.

Melihat kenyataan itu, sudahkah Partai Demokrat mengungguli dominasi Partai Golkar untuk urusan kepemimpinan? Melihat fakta yang ada, jelas jalan Partai Demokrat untuk merebut dominasi Partai Golkar dalam peta perpolitikan Banten memang masih panjang. Namun, upaya tiada henti terus dilakukan partai berlambang bintang mercuri ini kurun 3-4 tahun belakangan.

Demokrat memang telah memulai upaya tersebut sejak memenangkan pemilu 2009 di Banten. Dan bisa jadi puncak usaha Demokrat merebut dominasi Partai Golkat tersebt adalah tahun ini. Dimana, partai ini telah mengukuhkan Walikota Tangerang Wahidin Halim (WH) yang digadang-gadang sebagai ikonnya poros perubahan Banten sebagai figur sentral mereka.

WH secara pasti telah dikukuhkan secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Provoinsi Banten di Musyawarah Daerah (Musda) II Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partai tersebut, Senin (28/3) lalu. Dimana, sudah sangat jelas isyaratnya bagi Golkar, bahwa Demokrat kian serius untuk menancapkan akar politiknya di tanah Banten.

Pilihan WH memang sebuah keharusan kepentingan politik Demokrat yang sangat miskin figur di Banten. Melihat upaya itu, pilihan cermat dan cerdas nampaknya sudah dilakukan partainya Anas Urbaningrum. Terlebih, menilik status Partai Demokrat Banten sejak memenangkan Pemilu 2009, memang terbilang belum ada apa-apanya dibandingkan Partai Golkar yang meskipun tak menuai dukungan rakyat banyak, bisa menempatkan kadernya sebagai pimpinan utama pemerintahan di Provinsi Banten.

Puncaknya, tahun 2011 ini, Partai Golkar justru kian mendominasi Partai Demokrat untuk urusan figur dan kepemimpinan di hampir seluruh kawasan kabupaten/kota se-banten. Hal ini dapat dilihat dari enam (6) orang kader Partai Golkar yang mampu menempati posisi sebagai pimpinan di 6 kabupaten/kota di Banten namun tanpa satupun kader Demokrat di dalamnya.

Di Kabupaten Serang misalnya, dengan Hj Tatu Chasanah Partai Golkar berhasil merebut kepemimpinan. Bekum lagi di Kota Serang dengan Tb Haerul Jaman, di Kota Cilegon dengan Tb Iman Ariyadi, di Kabupaten Pandegelang dengan Hj Heryani, di Kota Tangerang Selatan dengan Hj Airin Rachmi Diany dan di Kabupaten Tangerang dengan Ismet Iskandar. Dimana ironisnya, selalu Partai Demokrat lah aktor dibalik kemenangan pemimpin dari Golkar di atas dengan berperan sebagai sub koordinat politik yang dibangun Partai Golkar.

Wal hasil, kenyataan pahit  tersebut jelas semakin membuat Partai Demokrat gigit jari. Karena status mereka tak ubahnya bak kaum rakyat yang hanya menjadi partai dengan perwakilan rakyat terbanyak, tapi bukan sebagai kaum pemimpin yang mana tak satupun kadernya mampu mewakili diri sebagai pimpinan di tanah Banten. Dan kenyataan itu pula yang semakin mengukuhkan bahwa sebesar apapun Partai Demokrat melebarkan sayapnya, sejauh itu pula Partai Demokrat Banten tetap menjadi partai miskin figur dibanding Partai Golkar.

Dari rentetan keberhasilan Golkar menempatkan kadernya sebagai pimpinan di hampir seluruh Banten, nampaknya upaya terakhir pun dilakukan Partai Demokrat dengan mengambil figur sekelas WH sebagai pintu masuk untuk mendobrak dominasi tersebut. Pertanyaanya, mampukah Wahidin mengamban tugas berat tersebut? Mampukah WH menjawab kebutuhan Partai Demokrat akan figur yang selama ini tak dimilikinya?

Pertanyaan ini, harusnya mampu dijawab sendiri oleh WH. Dimana dirinya sudah ditasbihkan sebagian kalangan sebagai porosnya perubahan Banten. Figur yang dianggap paling kuat saat ini untuk melawan dominasi kubu Ratu Atut Chosiyah yang sudah sejak lama jadi simbolnya Partai Golkar.

Dan, sebelum WH dapat terjawab satu persatu beban yang ada dipundaknya, WH pun seharusnya sadar, dirinya saat ini sedang mengemban amanat dan kepercayaan orang banyak untuk dapat membuktikan tajinya sebagai harapan besar masyarakat Banten, harapan besar Anas Urbaningrum dan seluruh kader Partai Demokrat dan harapan untuk mengambil kembali kepercayaan rakyat Banten yang sudah diabaikan Ratu Atut Chosiyah selama 10 tahun kepemimpinannya. (**)

Demokrat Mau Rebut Kepemiminan Banten

WH Dijadikan Figur Sentral

GADING SERPONG – Ketua DPD PD Banten, Ketua Umum PD Anas Urbaningrum menegaskan kepada siapapun yang terpilih dan memimpin PD Banten memiliki beban berat mengangkat wibawa partai. Sebab, meskipun memenangi pemilihan legislatif di Banten, PD Banten dianggap masih sekedar jadi sub koordinat politik dan belum memiliki wibawa dengan jadi pemimpin perpolitikan di daerah tersebut.

Hal tersebut, kata Anas, diperkuat dengan kenyataan bahwa mulai tingkat kabupaten/kota sampai tingkat provinsi tak ada satupun kader PD yang bisa megangkat wibawa PD dengan menjadi pimpinan di daerah yang dianggap salah satu satelit penting kebangkitan Demokrat nasional.

Demokrat di Banten cermin Demokrat nasional. Bedanya, kalau di tingkat nasional Demokrat terus menjadi garda terdepan perpolitikan, yakni dengan memenangi Pileg dan Pilpres, Banten belum melakukan itu. Makanya, DPD (dewan pimpinan daerah, red) PD Banten mendatang harus bisa menanamkan akar politiknya lebih dalam dan juga bisa menjadikan PD sebagai partai yang kuat dan semakin berwibawa,” kata Anas.

Anas menambahkan, sejatinya, hasil Musda ke II yang sedang berlangsung ini bisa membawa spirit kuat untuk kepemimpinan Banten lima tahun mendatang. Demokrat Banten juga diharapkan makin solid, utuh dan dinamikanya makin sehat. “Pengurusan mendatang harus punya ciri khas, produktif melahirkan ketua yang bisa menancapkan akar politiknya secara nyata bagi kemaslahatan rakyat. Jangan hanya jadi sub koordinat partai lain,” imbuhnya.

Anas berkeyakinan, jika ada niat kebersamaan yang utuh dan solid, impian PD menjadi partai terbesar, terkuat dan berwibawa di Banten bisa diwujudkan dalam lima tahun mendatang di bawah kepemimpinan yang baru nanti. Dan diharapkan juga, dengan menjadi partai yang berwibawa, PD semakin mendapat kepercayaan dari rakyat terus menerus dapat dijadikan partai pilihan rakyat dalam momen demokrasi apapun baik seperti Pilgub atau 2014 (Pileg dan Pilpres).

“Secara garis besar, itulah beban yang ada di pundak kepengurusan baru nanti. Dan perlu diingat, tugas ketua DPD Banten tidaklah ringan, Ketua DPD dan jajaran pengurus punya tanggung jawab yang berat untuk mengangkat wibawa partai dan mensejahterakan rakyat Banten,” pungkasnya.

>> WH Figur Sentral
Terlepas dari permintaan Anas kepada ketua PD Banten terpilih untuk merebut kepemimpinan di Banten, Walikota Tangerang Wahidin Halim (WH) dipsatikan menjadi figur yang akan mengemban amanat tersebut. Sebab, pria yang akan dijadikan corong perubahan politik di Banten tersebut telah secara resmi terpilih menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat (PD) Banten periode 2011-2016 mendatang. Ketetapan Wahidin menjadi orang nomor satu di PD Banten dilakukan secara aklamasi pada Musyawarah Daerah (Musda) II DPD PD Banten di Hotel Aston, Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, kemarin.

Terpilihnya WH sebagai Ketua DPD Banten, tak lepas dari adanya kesepakatan 10 elemen pemilik suara masing-masing satu suara DPD, satu suara DPP dan delapan suara DPC kabupaten/kota se Banten yang hanya megusulkan satu nama calon dan mengabaikan calon lainnya yang sebelumnya digadang-gadang akan meramaikan bursa ketua seperti Bupati Serang Taufik Nuriman dan Sekretaris DPD Demokrat Aeng Haerudin. “Dengan ini, Wahidin ditetapkan sebagai ketua secara aklamasi dan akan menjalankan kewajibannya sebagai figur terdepan Demokrat di Banten,” kata Ketua Panitia Musda II DPD PD Banten, Media Warman.

Setelah dipilih, WH pun langsung diserahkan tongkat kepemimpinan DPD Banten dan diberikan waktu beberapa saat bersama formatur yang sudah terbentuk untuk segera menyusun kepengurusan yang akan datang. Adapun formatur yang telah ditetapkan terdiri dari empat orang unsur pimpinan DPC, satu pimpinan DPD dan satu pimpinan DPP dan juga ketua terpilih. “WH punya tugas menyusun kepengurusan dan menyusun rangkaian roda organisasi saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, dalam konperensi persnya, WH saat ditanyakan kesiapannya mengemban amanat untuk menjadikan Demokrat sebagai partai yang berwibawa dan menjadi partai terdepan di Banten menyampaikan, dirinya akan menjalankan amanat tersebut sesuai dengan garis kebijakan partai. Hanya saja, untuk melangkah lebih lanjut ke ranah tersebut, WH masih akan membahasanya lebih matang dengan jajaran kepengurusannya kelak. “Sudah pasti saya akan menjaga amanat partai dan amanat rakyat,” katanya.

>> Representasi Perubahan Banten
Terkait dengan terpilihnya WH sebagai ketua DPD PD Banten dianggap sejumlah pengamat politik akan membawa angin segar dalam tubuh partai pilitik dan perpolitikan itu sendiri di Banten. Sebab, pragmatisme yang kental dalam perpolitikan Banten terkesan diabaikan oleh PD yang memilih WH sebagai pimpinan mereka di wilayah tersebut.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) UIN Syarif Hidayatullah Ciputat Zaki Mubarok mengatakan, figur WH yang di kalangan akademisi memiliki dasar politik sosial dan ekonomi yang kuat dianggap bisa merubah peta politik di Banten. Khususnya, dalam upaya mendemokratkan Banten dari tangan Partai Golkar yang selama ini memang sangat mendominasi dengan kekuatan keluarga Gubernur Banten dan koleganya.

Makanya, pilihan PD terhadap WH sebagai pimpinan PD Banten dan juga disinyalir akan maju sebagai salah satu kandidat calon Gubernur Banten sudah dinilai cukup untuk menjadi kompetotor terkuat Ratu Atut Chosiyah yang sangat kental dengan politik Golkarnya tersebut. “Pragmatisme tetap ada,  sebab pilihan Demokrat kepada WH tentunya juga bertujuan untuk mendemokratkan Banten di tahun 2014. Tapi, setidaknya peta politik di Banten pasti berubah dengan kahadiran WH. Maka, siapa pun yang ingin perubahan, kehadiran WH di Demokrat akan menambah gairah perubahan tersebut,” urainya.

Zaki memperkirakan, adapun langkah awal PD mendemokratkan Banten akan dimulai saat Pemilukada Gubernur (Pilgub) nanti. Dimana, tentunya juga, WH yang akan dikedepankan untuk menjadi figur sentral Demokrat. “WH sangat mempuni untuk itu. Lagi-lagi harus diingat, jika WH mampu memenangkan PD di Pilgub mendatang, sudah dapat dipastikan langkah PD untuk mendemokratkan Banten kian mudah saat 2014 mendatang,” imbuhnya.

Terpisah, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Untirta Ikhsan Ahmad sependapat bahwa dipilihnya WH untuk memimpin PD Banten semata-mata untuk membawa arah perubahan politik signifikan di Banten yang sarat dengan kekuatan Golkar dan Ratu Atutnya. Hal lain yang mendasari Demokrat menetapkan WH juga untuk membersihkan Demokrat dari anasir kekuatan politik yang dekat dengan kubu Atut. “Dengan tampilnya WH sudah jelas akan menjadi kompetitor serius Atut. Dan tentunya juga akan ada harapan baru bagi masyarakat Banten untuk merubah paradigma politik di Banten dengan WH sebagai leadernya,” kata Ikhsan.

Pilihan Demokrat atas WH juga merupakan langkah politik Demokrat yang ingin mengambil simpatik warga Banten yang jika diakumulasi secara emosi, perasaan dan psikologis sudah jemu dengan gaya kepemimpinan Atut yang belakangan tak kunjung membuat Banten berkembang pesat dari waktu-ke waktu. “Intinya, dengan WH Demokrat ingin menancapkan pondasi Demokrat yang kuat di Banten dan memberi sinyal bahwa Demokrat sudah siap merebut Banten dari tangan Golkar,” tandasnya. (**)